Ferdinand Hutahaean Bandingkan Kinerja SBY dengan Jokowi

Kadiv Advokasi dan Hukum dari partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan pendapat mengenai kinerja kerja khususnya mengenai kondisi perekonomian di Indonesia antara Presiden masa sekarang, Joko Widodo dengan Presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Ferdinand Hutahaean, kepemimpinan yang di Pimpin oleh SBY saat masih menjadi Presiden kondisi perekonomian bangsa saat itu sedang hancur sedangkan saat Presiden Jokowi sudah menjabat untuk pertama kalinya perekonomian di Indonesiaa mulai membaik dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Hal ini disampaikan langsung olehnya melalui akun sosial media twitter yang diposting pada hari Minggu, 06 Mei 2018 @LawanPolitikJKW. Dalam positngan tersebut dituliskan, “Fakta, Saat SBY menerima estafet pemerintahan dr Megawati, kondisi ekonomi bangsa ini hancur. Ratio to GDP 54%. Nilai tukar dolar tinggi, kas negara miskin, hutang tinggi, aset dijuali. Bandingkan dgn keadaan saat diterima Jokowi. Ekonomi sdg baik”.

Postingan tersebut dibuat oleh Ferdinand guna untuk menanggapi sebuah berita dari media TribunWow. Dalam berita tersebut memberitakan tentang pendapatnya saat diminta oleh netizen untuk  membandingkan kepemimpinan antara SBY dan Jokowi.

Postingan tersebut pun mendapatkan respon dari para netizen dengan berbagai komentar, ada yang setuju dengan pemikiran Ferdinand dan juga ada yang tidak  setuju dengan pemikirannnya. Berikut beberapa komentar dari para netizen diantaranya,

@hendriabisin, Justru bang estafet kepemipinan dari presiden sebelum nya pasca reformasi negri ini terpuruk , andai saja SBY di periode kepemimpinan ke 2 mencabut subsidi , yakin negri ini lebih baik ,.. pilihan pencabutan subsidi adalah langkah berani menyelamatkan negara ini , bkn pencitraan.

@SatuIndonesia__, Ekonomi sedang baik zaman SBY.. zaman now? SBY sdh peringatkan mengenai pembangunan infrastruktur yang masif. Kelesuan ekonomi balik lg ke zaman Mega.. Benar2 De Ja Vu trah merah sejak zaman Republik berdiri.

@IndraRS123, Sepertinya kondisi ekonomi slalu hancur kalo yg mimpin moncong ya bang… #2019GantiPresiden #2019PresidenBaru

@Aru0977, Begitulah jika PDIP berkuasa..Hanya untuk memperkaya diri sendiri seperti halnya saat ini,yang menjadi presiden bukan Jokowi tapi megawati.. seperti Video yang viral beredar Jokowi hanyalah petugas partai.
Logikanya adalah Indonesia bagian dari PDIP bukannya PDIP bagian Indonesia

Ketua PDIP: Pilihlah Pemimpin Yang Bekerja Keras, Tegas dan Disiplin

Satu satunya perempuan Indonesia yang pernah menjabat sebagai Prsiden RI dan juga ketua umum Partai Demokrasi Indonesia (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengajak kepada masyarakat khususnya Jawa Barat untuk bisa menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon yang dirasa memiliki jiwa pemimpin yang mau bekerja keras, tegas dan disiplin. Dirinya juga memberikan himbauan agar tidak mau tertipu dengan kandidat atau calon yang tampan namun tidak bisa bekerja menjalankan perintahnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Megawati Soekarno Putri saat menghadiri kampanye untuk pasangan Calon Gubenur dan Wakil Gubenur Jawa Barat dengan nomor urut dua (2) di Lapangan Garuda, Tegal Wangi, Cirebon. Pasangan tersebut adalah TB Hasanuddin (Kang Hasan) dan Anton Charlyan (Kang Anton) atau dikenal dengan pasangan Hasanah.

Penilaian Megawati tersebut yang menilai bahwa yang dibutuhkan oleh masyarakat Jawa Barat adalah pemimpin yang harus memiliki figur yang ingin bekerja keras, tegas dan disiplin tersebut mendapat respon dari Kadiv Advokasi Partai Demokrasi, Ferdinand Hutahaean.

Dalam Akun media sosial Twiter pribadi milik Ferdinand Hutahaean, @LawanPolitikJKW mengatakan, “Maksud ibu, calonnya ibu JELEK?”

Sebagai tambahan, dari keempat pasangan cagub dan cawagub Jawa Barat, hanya pasangan Hasanah yang saling bisa melengkapi untuk mempin Tatar Sunda, menurut Megawati.

Ketua PDI-Perjuangan terebut berpendapat bahwa Kang Hasan memiliki karakter pemimpin yang tegas dan disiplin, mengingat dirinya memiliki latar belakang adalah sebagai TNI sedangkan Kang Anton memiliki tampang yang galak karena sudah terbiasa dengan sifatnya tegas dan disiplin. Alasan tersebut lah yang membuat Megawati yakin dengan mencalonkan kedua pasangan itu bisa membawa masa depan Jawa Barat menjadi lebih baik lagi.