Isi “Godie Bag” dari Pernikahan Pangeran Harry dan Megan Markle

Sabtu, 19 Mei 2018 lalu, Pangeran Harry dengan Meghan Markle melangsungkan pernikahan di Kapel St. George. Kebahagian pun menyelimuti kedua pasangan tersebut. Tidak hanya Pangeran Harry dan Meghan Markle para tamu undangan yang hadir pun turut berbahagia.

Pernikahan ini terasa sangat berbeda dengan pernikahan sang kakak, Pangeran William. Yang menjadi perbedaan dalam pernikahan ini adalah Pangeran Harry dan Meghan Markle hanya ingin mengundang sedikit orang saja. Hal itu dilakukan sesuai dengan keinginan dari sang mempelai.

Maka undangan pun hanya disebar ke para kerabat dekat dan keluarga kerajaan. Para undangan yang hadir dalam pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle akan mendapatkan cendramata berupa Godie Bag berwarna biru dan krim.

Godie Bag tersebut bertuliskan inisial nama dari Pangeran Harry dan Meghan Markle. Selain bertuliskan inisial nama mereka, terdapat pula tanggal dan lokasi tempat mereka melangsungkan pernikahan serta didalamnya terdapat berbagai barang dari pernikahan kerajaan.

Segala souvenir unik diberikan dalam Godie Back tersebut, diantaranya adanya Coklay berlabel Windsor, kue, air, kupon dengan diskon 20% jika berbelanja ditoko Castle dan magnet bertuliskan “Pernikahan Harry dan Meghan”. Tampak sederhana tapi sangat menarik perhatian bagi tamu undangan yang hadir.

Setelah proses pemberkatan selesai, Pangeran Harry bersama Meghan Markle keluar dari Gereja. Mereka berkeliling dengan kereta kuda. Para tamu undangan pun dengan senyum bahagia melambaikan tangan kepada kedua pasangan tersebut.

Pasca Pengeboman Gereja di Surabaya, Kondisi Achmad Nurhadi Kembali Pulih

Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Achmad Nurhadi, polisi yang menjadi korban dari aksi pegeboman bom bunuh diri yang dilakukan oleh sekeluarga di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jl. Ngagel Madya, Surabaya kini dikabarkan bahwa kondisinya mulai kembali pulih.

Sabtu, 19 Mei 2018, dr. Pesta Parulian selaku Kepala Humas RSUD dr Soetomo kepada wartawan mengatakan bahwa Achmad Nurhadi untuk saat ini sudah bisa berkomunikasi, dengan demikian menandakan kondisinya sudah mulai membaik. Saat pertama kali dibawa ke Rumah Sakit banyak serpihan bom melekat pada tubuh Nurhadi.

Kondisi kesehatan pasien Nurhadi pun masih harus dikontrol setiap hari. Kondisinya untuk saat ini bisa dibilang sudah membaik karena sudah berkomunikasi. Hanya tinggal dilakukan saja pemulihan kondisi fisik maupun psikisnya yang perlu memerlukan waktu yang lama, tambah dr Pesta.

Seperti yang kita ketahui, Aiptu Ahmad Nurhadi merupakan salah satu polisi yang sedang bertugas di Gereja dan berusaha menghadang dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela pada tanggal 13 Mei 2018. Berdasarkan keterangan dari para saksi tubuh Nurhadi terhempas jauh saat ledakan terjadi oleh kedua pelaku diatas sepeda motornya.

Akibat kejadian yang sudah lebih dari sepekan lalu terjadi, Pihak RSUD dr Soetomo mengumumkan bahwa ada seorang korban lagi yang meninggal dunia atas nama Giri Catur Sungkowo setelah menjalani perawatan di RS akibat luka bakar dari ledakan bom di Gereja Pantekosta, Surabaya.

Penyakit Hyperthyroid Membuat Jet Li Tidak Selincah Dulu

Berdasarkan informasi dari salah satu pengguna internet yang melihat kondisi Jet Li di Tibet mengatakan bahwa dirinya sendiri sudah tidak bisa lagi mengenal Jet Li. Jet Li, bintang Hollywood Cina yang dikenal sangat gagah dan tampan dalam memperlihatkan aksi dalam film laga tersebut kini dikabarkan sedang menderita penyakit Hyperthyroid, selain itu Jet Li juga mengalami masalah pada tulang belakangnya.

Sebuah foto yang menunjukkan Jet Li sedang berdoa disalah satu biara dikuil di Tibet tersebar luas dimedia sosial. Difoto tersebut tampat rambutnya mulai habis dan dirinya tampak sangat rapuh, bahkan untuk berjalanpun dirinya harus dipapah atau dibantu.

Sabtu, 19 Mei 2018 seperti yang diinfokan oleh South China Morning Post, mereka mengabarkan, Tahun lalu sang aktor memang sudah membenarkan bahwa dirinya menderita penyakit parah. Sejak tahun 2010 dirinya sudah menderita gejala Hyperthyroid. Walaupun sudah mencoba untuk mengonsumsi obat-obatan yang dinyatakan bisa menyembuhkan penyakitnya, penyakit tersebut terus saja menyerang tubuhnya.

Hyperthyroid merupakan kondisi dimana level hormon tyroid pada tubuh berlebihan dan bisa mengubah metabolisme serta detak jantung pada penderitanya. Jet Li sendiri mengaku bahwa selain mengonsumsi obat, dirinya banyak menghabiskan waktu untuk bermeditasi dan mengikuti ritual keagamaan guna untuk menjaga kesehatannya.

Pada tahun 2013 lalu, Dokter juga pernah memberikan Jet Li peringatan untuk tidak lagi berolahraga atau bekerja keras karena jika dirinya memaksakan diri untuk melakukan itu, dirinya akan mengalami kelumpuhan.

Selain menderita Hyperthyroid, Jet Li juga membenarkan bahwa dirinya mengalami masalah pada tulang belakang. Kondisi ini membuat dirinya tidak bisa berdiri dengan tegak terlalu lama. Penyakit ini diderita karena cedera dan aksi nekat yang ia perankan dalam film laga yang ia perankan dalam beberapa film terakhirnya.

Sebagai info tambahan, Jet Li memulai karirnya dalam dunia perfilman diakhir tahun 70-an, setelah berhasil keluar sebagai juara wushu tingkat nasional. Dirinya mengalami cedera pertamanya di umur 18 tahun, saat itu dirinya mengalami luka robek pada lututnya dan memerlukan waktu 8 jam operasi untuk memulihkannya. Dan pada umur 23 tahun dirinya mengalami cedera yang parah pada punggungnya.

Youtube Berencana Meluncurkan Fitur Incognito Mode

Pada umumnya semua orang sudah pasti mengetahui apa itu Youtube. Hampir semua video yang kita lihat setiap hari di televisi kita bisa kita lihat kembali melalui Youtube. Seperti yang kita ketahui secara umum, Youtube  adalah situs web penyedia berbagai macam video mulai dari official video klip sampai film serta video-video yang dibuat sendiri melalui channel youtube mereka masing-masing.

Saat ini Youtube berencana dengan menguji fitur Incognito Mode. Fitur tersebut bisa digunakan untuk para pengguna youtube untuk menyembunyikan jejak aktivitas di Youtube. Fitur ini juga sama dengan fitur yang ada pada Browser, intinya saat kita ingin mengakses youtube dengan mode Iconigto, maka segala aktivitas tidak akan dicatat oleh youtube.

Dampak dari fitur ini selain tidak adanya riwayat atau history, maka para pengguna yang menggunakan fitur ini juga tidak akan mendapatkan dan melihat iklan atau video yang berkaitan dengan video yang dilihat sebelumnya. Dan saat menggunakan fitur ini, Foto Profil pada akun youtube akan diganti dengan logo Google Incognity.

Dengan demikian, Youtube pun memberikan peringatan jika sudah menggunakan Incognity Mode, semua aktifitas yang dilakukan oleh pengguna masih bisa dilacak oleh perusahaan penyedia layanan internet.

Dan sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti kapan fitur Incognity Mode, akan mulai diluncurkan pada semua pengguna Youtube didunia. Youtube juga belum bisa memberikan komentar resmi mengenai penerapan fitur baru ini.

Selamat Jalan Nathan Evan dan Sejumlah Anak Dalam Aksi Bom Bunuh Diri di Surabaya

Sejumlah anak dilibatkan dalam aksi pengeboman tiga gereja di Surabaya dengan pelaku satu keluarga dan memakan korban kurang lebih 12 orang termasuk anak-anak. Pelaku peledakan bom, Yusuf (17) dan adiknya, Firman (15) melakukan aksi bom bunuh diri yang mengakibatkan Evan dan Nathan serta beberapa anak kecil lainnya meninggal dunia.

Diwaktu yang bersamaan korban dan kedua pelaku tiba di gereja Santa Maria Tak Bercela. Evan dan Nathan baru saja turun dari mobil ayahnya, Evan menggandeng adiknya Nathan menuju kegereja sedangkan Yusuf dan Firman tiba digereja dengan menggunakan sepeda motor. Bom pun akhirnya meledak dan Evan dan Nathan terhempas karena ledakan tersebut.

Berikut anak-anak yang meninggal dunia karena ledakan tersebut termasuk anak dari pelaku pengeboman di tanggal 13 Mei dan 14 Mei 2018:
1. Vincencius Evan, 11 Tahun.
2. Nathanael, 8 Tahun.
3. Yusuf Fadhil, 17 Tahun.
4. Firman Halim, 15 Tahun.
5. Fadhila Sari, 12 Tahun.
6. Famela Rizqita, 8 Tahun.
7. LAR, 17 Tahun.
8. Muhammad Dafa Amin Murdana, 18 Tahun.
9. Muhammad Dary Satria Murdana
Dari ke-9 anak-anak yang meninggal tersebut selain Vincencius dan Nathanael, mereka merupakan anak-anak pelaku terorisme.

Dari kejadian ledakan dari aksi bom bunuh diri ini banyak ucapan berbelasungkawa dan selamat jalan serta doa untuk Evan dan Nathan. Berikut akan kami lampirkan beberapa komentar dari salah satu akun official Facebook dari BBC Indonesia untuk menguatkan Wenny, ibunda dari Evan dan Nathan, diantaranya:

Lala Ling menuliskan, “Saya sangat sedih dan kata2 yg hanya bisa terucap turut berduka cita yg sangat mendalam. Klw ibu weny bisa memaafkan tp bagi saya tidak karena kejahatan terorisme sungguh biadab akibat dari pengaruh ayat2 suci mereka yg memicu itu semua klw mereka tdk merevisi dan mengkoreksi ayat2 suci mereka yg mereka suka pakai utk memprovokasi umat maka hal ini tdk akan berakhir. Namo Amituofo“.

Selain itu, Jocelyn Joline menuliskan, “Salut sama ibu ini. Nerima kehilangan 2 anak sekaligus secara mendadak itu sudah berat, apalagi bisa mengampuni pembunuhnya. Semoga cepet sehat & pulih dari luka2nya“.

Dan Ucapan selamat jalan disampaikan juga oleh Michael Jordan, “Selamat jalan Evan, Semoga bahagia selalu dengan Tuhan“.

Kenangan Evan Dimata Orang Terdekat

Evan semasa hidupnya dikenal sebagai anak yang suka menolong satu sama lain dan suka membantu jika ada teman yang ingin meminta bantuan. Hal tersebut diakui langsung oleh guru dan juga teman-teman sekolahnya saat menghadiri upacara penghormatan terakhir di Rumah Duka Adi Jasa, Surabaya.

Wali kelas Evan, Yani Hastianty mengatakan. “Evan suka menolong, terutama menolong temanya yang kurang mengerti dan paham dalam pelajaran. Evan juga anak yang bertanggung jawab”.

Selanjutnya teman Evan, Jeremy Christopher mengatakan hal serupa dengan gurunya, “Evan itu baik dan rajin. Evan juga tidak pernah menolak jika dimintaai bantuan untuk mengerjakan tugas. Apapun tugasnya jika dikerjai bersama dia, pasti akan selesai”.

Kebaikan Evan kini hanya bisa kita jadikan kenangan. Dia dan adiknya Nathan yang menjadi korban aksi bom bunuh diri akan kembali kepangkuan tuhan.

Saat kejadian pengeboman di Gereja Santa Maria Tak Bercela Evan menggandeng adiknya setelah turun dari mobil. Disisi lain pelaku pengeboman, Firman bersama dengan kakaknya, Yusuf yang membawa bom juga ikut masuk kekelingkungan Gereja menggunakan sepeda motor.

Saat Firman dan Yusuf meledakan diri, Evan dan Nathan yang dekat dengan pelaku terhempas karena ledakan bom. Evan sempat berusaha untuk bisa melindungi Nathan dari serpihan dan setelah kejadian keduanya masih sempat dibawa ke Rumah Sakit tapi tuhan berkehendak lain, keduanya pun tidak bisa diselamatkan lagi akibat ledakan tersebut.

Evan meninngal saat di Rumah Sakit setelah menderita luka bakar pada tubuhnya akibat serpihan logam. Dirinya juga menderita pendarahan dalam dan mendapatkan benturan keras sedangkan Nathan sempat bertahan  walaupun sudah banyak kehilangan darah namun pada akhirnya dirinya harus menyusul Evan setelah operasi amputasi kaki sebelah kananya pada hari Selasa, 15 Mei 2018 malam hari.

Ketegaran dan Keikhlasan Hati Wenny Melepas Kepergian Kedua Buah Hati

Wenny Angelina Hudojojo dengan hati yang tegar dan keikhlasan dirinya melepas kepergian dua buah hati tercinta, Vincencius Evan (11) dan Nathanael Ethan (8). Kedua buah hati tercintanya menjadi korban dari aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Surabaya.

Saat ibadah tutup peti Wenny hanya bisa memeluk dan mencium baju serta mainan dari kedua anaknya. Airmatanya pun terus mengalir diwajahnya dan sesekali dia terisak. Doa pun tak putus keluar dari bibirnya dengan infus yang masih terpasang ditanggannya dan mengharuskan dirinya untuk duduk dikursi roda.

Tubuhnya yang masih dipenuhi lebam dan luka akibat terkena ledakan bom, Wenny tetap menguatkan dirinya untuk tetap bisa hadir dalam ibadah tutup peti kedua putra tersayangnya, Vincencius Evan (11) dan Nathanael Ethan (8).

Penghormatan terakhir untuk kedua bocah yang tidak berdosa itu dihadiri oleh ratusan orang pelayat. Suasana haru dirumah duka pun sangat kental terasa. Ibadah tutup peti itu dibuka dengan sambutan keluarga dan doa bersama yang dipimpin oleh Romo yang berasal dari berbagai Gereja.

Setelah kata sambutan dan doa bersama, keluarga bergantian memberikan wewangian kepada kedua anak tak berdosa tersebut disusul dengan doa bersama didepan foto Evan dan Nathan sebelum meletakan barang kesayangan kedua buah hati Wenny kedalam peti.

Dengan berlinangan air mata, Wenny sendiri memilih barang yang akan dimasukan kedalam peti seperti pakaian, sepatu, buku, mainan bol dan pistol air. Dengan bantuan suami dan keluarga, Wenny berdiri di antara kedua peti anaknya, mengucapkan doa sekaligus memberikan pengampunan kepada pelaku pengeboman serta menjadikan moment ini sebagai moment terakhirnya untuk bisa melihat kedua buah hati tersayangnya.

Saat prosesi ibadah dirumah Duka Adi Jasa, Surabaya pada hari Rabu, 16 Mei 2018, Ratna Handayani selaku perwakilan keluarga mengatakan, “Wenny akhirnya bisa mengampuni pelaku pengeboman itu dan dengan hati yang rela dia menyerahkan Evan dan Nathan kepangkuan Tuhan”.

Pernyataan yang dilontarkan Wenny pun mengundang sorakan dari orang yang hadir dalam rumah duka tersebut, namun ujian untuk Wenny belum selesai pasalnya dirinya harus kembali ke Rumah Sakit untuk menjalani operasi lanjutan guna menyembuhkan lukanya.

Kerusuhan Mei 1998 Masih Menyimpan Luka Untuk Orang Yang Pernah Mengalaminya

20 tahun sudah berlalu kerusuhan Mei 1998 terjadi, namun dari kerusuhan tersebut masih menyimpan luka untuk orang yang pernah mengalaminya. Kerusuhan yang terjadi disejumlah kota seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Palembang dan Solo sebagian besar menyerang properti milik para pengusaha Cina. Di Jakarta Pusat perdagang barang elektronik di Glodok dijara oleh massa, selain itu sejumlah perumahan didaerah Jakarta Utara dan Barat juga ikut menjadi sasaran massa seperti Pantai Indah Kapuk dan Pluit.

Berikut salah satu orang yang diwawancarai dan ditemui oleh BBC Indonesia yang juga pernah mengalami dan melihat langsung kejadian yang terjadi pada tgl 13 – 15 Mei 1998,

Candra Jap “Apa salah kami sampai akan diancam, dibunuh dan dibakar?”

20 tahun lalu Candra masih duduk dibangku SMP dan sedang mengerjakan soal Ebtanas. Dihari terakhir ujian Ebtanas, dirinya mendengar teriakan dari pertokoan Glodok yang dibakar. Dari jendela kelas dilantai 3, dia hanya melihat asap dari pertokoan Glodok Plaza. Pikirannya saat itu tidak tenang. “Waktu itu guru hanya bilang selesaikan saja sebisanya, setelah itu boleh pulang”, kata Candra.

Setelah selesai mengerjakan soal Candra pun pulang kerumah. Sesampainya dirumah, semua pintu dan jendela di tutup. Selama tiga hari dirinya tidak boleh keluar.

Candra mengungkapkan, ” Dari rumah bisa kelihatan rumah temanya diseberang kali, ada rumahnya dijarah, mobil dibakar serta terdengar teriakan yang tidak enak didengar ‘bakar Cina, bunuh Cina, jarah’ ”

Candar yang saat itu baru saja berumur 19 tahun mendengar teriakan tersebut membuat dirinya berpikir “salah kami apa sampai diancam dengan mau dibunuh atau dibakar? polisi pun tidak saat kejadian tersebut.”

Pertanyaan tersebut pun akhirnya ditanyakan Candra kepada orangtuanya namun dirinya tidak mendapatkan jawaban yang semestinya. “Udah diam saja kata orang tua, ini masalah politik”, ungkap Candra.

Setiap hari Candra hanya bisa melihat orang-orang membawa barang-barang sisa yang bisa diambil dari usaha mereka. Ada Ibu-ibu yang mengangkat kulkas dua pintu dan barang-barang lainnya. Akibat kerusuhan ini Sekolah pun diliburkan dan Candra berserta tetangganya berjaga-jaga disekitar rumah.

Candra menambahkan “Semua anak cowok membawa sapu golok untuk melakukan penjagaan dan membuat blokade dirumah masing-masing. Banyak yang lewat tapi tidak diapa-apain karena yang lewat bukan orang keturunan tionghua.” Saat situasi mulai meredah, Candra kembali kesekolah, banyak teman-teman sudah tidak kembali lagi dan memutuskan untuk pindah keluar negeri dan baru akan kembali setelah beberapa tahun kemudian.

Setelah kerusuhan, warga semuanya membangun pagar tinggi didepan rumah dan dijalan dan pagar tersebut masih ada setelah 20 tahun. Dengan kejadian tersebut, Candra pun berupaya untuk memahami situasi tersebut dengan memperluas pergaulan dengan orang diluar keturunan tionghua dan masuk ke SMA Negeri dan aktif dalam kegiatas oraganisasi Indonesia – Tionghua juga. Kegiatan tersebut banyak melakukan kegiatan berkaitan dengan toleransi dan hubungan antar etnis serta agama.

Terbakarnya Kapal Penumpang KMP Labrita Adinda

Kebakaran terjadi pada Kapal Motor Penumpang (KMP) Labrita Adinda. Kapal yang terbakar diperairan Selat Bali pada hari Kamis, 17 Mei 2018 sekitar pukul 14.30 WIB ini merupakan yang akan melakukan perjalanan dari pelabuhan Gilimanuk, Jembarana, Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Saat dijumpai di Banyuwangi, Jawa Timur, ELvi Yosa selaku GM PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk membernarkan bahwa Kapal Motor Penumpang (KMP) Labrita Adinda mengalami kebakaran dan sekarang posisinya sudah berada di Pantai Bulusan guna untuk proses pemadaman.

Kabar yang didapat dilapangan, KMP Labrita Adinda berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 14.36 WITA dengan 18 penumpang didalam, dan dua kendaraan beroda dua serta 11 kendaraan beroda empat.

Kebakaran terjadi saat sudah dekat dengan Pelabuhan Ketapang sehingga asap berwarna hitam tampak jelas mengepul diatas kapal Labrita Adinda.  Kepanikan penumpang pun terjadi diatas lantai dua kapal tersebut yang menjadi pusat terbakarnya kapal tersebut. Pemadaman tersebut dilakukan oleh Tug Boat milik ASDP Indonesia Pelababuhan Ketapang dan masih belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut.

Elvi juga menjelaskan, “Semua penumpang berhasil diselamatkan. Tidak ada memakan korban jiwa dalam kebakaran kapal yang akan menuku ke Pelabuhan Ketapang tersebut. Hanya saja pemadam kebakaran dan juga pendingin masih dilakukan terus oleh petugas. Para penumpang diselamatkan dengan menggunakan sekoci dan dibawa ke KMP Karya Maritim II”.

Berdasarkan informasi yang didapat dilapangan, sebanyak 18 penumpang masih merasa trauma. Belasan penumpang kapal yang mengalami luka-luka dibawa ke ambulans dan hotel terdekat guna untuk mendapatkan perawatan intensif.

Jusuf Kalla: Tidak Perlu Perppu, Pelaku Terorisme Tetap Akan Dihukum

Wapres RI, Jusuf Kalla mengatakan pihaknya tidak perlu terbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) mengenai Terorisme. Dirinya menjelaskan Pelaku Pengeboman tetap akan dihukum tanpa harus menunggu revisi Perppu.

Oleh karena itu Jk meminta kepada masyarakat untuk menunggu DPR menyelesaikan Revisi Undang-Undang No,5 tahun 2003 yang berisikan Pemberantas Tindak Pidana Terorisme. Orang yang menjadi Wakil Presiden selama dua periode berturut-turut juga mengharapkan DPR bisa cepat menyelesaikan revisi tersebut pada akhir bulan ini atau setidaknya paling lama akhir bulan Juni.

JK juga beranggapan bahwa pemerintah melibatkan TNI dalam aksi pengejaran pelaku Pengeboman ini dianggap baik. Dengan melibatkan Polri dan TNI akan timbul kekuatan untuk memberantas para terorisme karena seperti yang kita ketahui Polri dan TNI memiliki kemampuannya masing-masing jadi jika digabungkan akan menjadi lebih baik.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga sudah mendesak anggota DPR dan Kementerian untuk bisa segera menyelesaikan Revisi Undang-Undang Terorisme tersebut. Hal ini dilakukan setelah deretan pengeboman terjadi dibeberapa tempat di Surabaya diantaranya 3 Gereja dan Rusunawa serta keesokan harinya setelah pengeboman di Gereja dan Rusunawa, ledakan bom juga terjadi di Markas Polrestabes, Surbaya.

Jokowi juga mengatakan jika DPR serta para menteri tidak bisa menyelesaikan Revisi tersebut dalam waktu dekat ini yang akan dimulai tgl 18 Mei ini maka Jokowi akan menerbtikan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Antiterorisme dibulan Juni mendatang.