Deretan Peristiwa Pengeboman di Surabaya

Seperti yang kita ketahui, baru baru ini Surabaya, Jawa Timur sedang mengalami duka akibat pengeboman yang terjadi pada 13 Mei – 14 Mei 2018. Yang menjadi sasaran pengeboman di Surabaya itu diantaranya tiga gereja dan satu kantor polisi.

Ledakan pertama terjadi pada pukul 06.30 WIB di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Surabaya mengakibatkan 7 orang meninggal dunia dan pukul 07.15 WIB ledakan terjadi di Gereja GKI Diponegoro yang mengakibatkan 4 orang meninggal serta pada pukul 07.53 WIB ledakan juga terjadi di Gereja Pantekosta dan mengakibatkan 3 orang meninggal.

Setelah terjadi pengeboman pada tiga gereja dipagi hari, pada malam hari ini sekitar pukul 21.00 pengeboman juga terjadi di Rusunawa Wonocoli, Sidoarjo, Jawa Timur. Ledakan tersebut berasal dari lantai 5 Rusunawa yang mengakibatkan 3 orang meninngal.

Pengeboman pun tidak berhenti begitu saja, dihari selanjutnya, 14 Mei 2018, pengebomam juga terjadi di Markas Polrestabes Surabaya sekitar pukul 08.50 WIB dan mengakibatkan 4 orang meninngal. Dari semua ledakan tersebut mengakibatkan 21 orang meninggal dunia dan 57 lainnya mengalami luka-luka.

Dengan kejadian tersebut, Tito Karnavian selaku Kapolri Jendral mengatakan bahwa anggotanya sudah melakukan pengejaran terhadap kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang menjadi dalang dari pengeboman Gereja di Surabaya dan Rusunawa.

Dari pengejaran tersebut berhasil ditangkap sebanyak lima orang pada hari Senin, 14 Mei 2018 dinihari dan diantaranya bernama Budi Satrio yang juga merupakan orang nomor dua terpenting di JAD Surabaya setelah Dita Supriyanto yang berperan sebagai Bomber di Gereja Pentakosta, Surabaya.

Kepedulian Agnez Mo Terhadap Insiden Pengeboman Gereja di Surabaya

Pengeboman tiga gereja di Surabaya yang terjadi pada saat para umat sedang beribadah, Minggu 13 Mei 2018 mengundang keperihatinan serta kepedulian dari Artis yang sudah Go Internasional, Agnez MO. Penyanyi yang sudah berkarir diluar negeri ini merasa sedih dengan aksi terorisme yang kejam ini.

Agnez Mo dikenal sebagai salah satu wanita indonesia berprestasi di dunia hiburan. Dirinya juga sering menyuarakan rasa kepedulian dan perdamaian serta cinta-nya pada publik. Dirinya juga berpendapat semua akan menjadi lebih baik apabila setiap orang bisa lebih menghargai satu sama lain dan tidak ada membeda-bedakan satu sama lain. Dengan melakukan hal tersebut, kebencian akan hilang dengan sendirinya.

Dijumpai saat konser Clear Ayo Indonesia Bisa, di Tenis Indoor Senayan Jakarta Selatan hari Minggu lalu, Agnez Mo mengatakan “Kamu harus menghargai perbedaan orang. Siapa sih disini yang tidak mau hidupnya santai dan damai? Tidak perlu adanya kebencian atau apapun, itu akan menjadi sebuah hal yang luar biasa”.

Pelantun lagu Long As I Get Paid ini berharap agar semua bisa lebih mengerjakan hal-hal positif daripada harus mengomentari atau membenci satu sama lain. Dirinya juga berpesan untuk bisa berjanji kepada diri sendiri jika ingin menjadi orang lebih baik kedepannya.

Selain itu Agnez Mo bercerita saat masih kecil dia tidak pernah bermimpi akan bisa berduet dengan Chris Brown jadi dengen kepercayaan serta tekad yang kuat dipastikan apa yang kita inginkan akan terwujud.

Kembalinya Agnez Mo ke Indonesia untuk mengisi acara konser bertemakan “Clear Ayo Indonesia Bisa”. Konser berdurasi kurang lebih 60 menit ini, Agnez Mo membawakan hits-hits andalannya diantaranya, Noises, Sebuah Rasa, Long As I Get Paid sampai Matahariku.

Kesulitan Agnez MO Dalam Pembuatan Album Internasionalnya

Nama Agnez MO sudah dikenal oleh khalayak ramai baik itu didalam negeri maupun luar negeri. Bisa menjadi terkenal sampai saat ini bukanlah sebuah perjalanan mudah untuk Agnez Mo khususnya dalam karir dalam dunia hiburan khususnya musik.

Walaupun sudah memiliki segudang prestasi serta pengalaman tapi kenyataannya Agnez Mo selalu mencari tau lebih dalam lagi untuk karirnya yang sekarang ini bisa sampai kita dengar dalam debut album internasionalnya “X

Minggu, 13 Mei 2018 saat dijumpai di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Agnez Mo mengatakan “mengenai album, sebenarnya dalam karir saya itu the biggest struggle, lebih ke depend myself, memilih antara arts atau commercials. Saya lebih memilih Arts, saya memilih integrity saya sebagai seorang seniman, musician karena hal ini yang membuat saya menjadi cinta sama dunia musik pertama kalinya, jadi aku enggak mau sampai alasan pertama kali suka sama musik hilang karena Komersil”.

Pilihan untuk tidak menjadi seorang musisi yang hanya sekedar menyanyi saja kemudian berlanjut saat Agnez Mo mulai mendapat tawaran kontrak dari label musik di Amerika. Dengan sikap dan keyakinan serta attitude, dirinya kini dipertemukan dengan Manager Johnny Wright yang juga sekaligus bagian dari tim management Justin Timberlake. Dengan demikian kita hanya bisa menunggu kejutan baru dari Agnes Mo dialbum selanjutnya bertakjuk “I AM A DIME

Bambang Soesatyo Janjikan Selesai Revisi UU Terorisme Sebelum Akhir Bulan Mei

Bambang Soesatyo, Ketua DPR berjanji akan melakukan revisi Undang-Undang Terorisme sebelum akhir bulan Mei. Hal ini dilakukan setelah serangkaian bom terjadi di Surabaya dan memicu serta mendesak banyak pihak untuk segera melakukan Revisi Undang-Undang tersebut.

Senin, 14 Mei 2018, dijumpai setelah selesai mengunjungi korban pengeboman di Surabata di RS Bhayangkara, Jawa Timur, Bambang mengatakan, “Undang-Undang, Mei Selesai”.

Revisi yang akan dilakukan Bambang juga disetujui oleh Anggota Komisi III Fraksi PDIP, Herman Hery. Dengan adanya peristiwa dari pengeboman ini memicu segera dipercepat penyelesaian Revisi Undang-Undang Terorisme.

Dikesempatan sama saat dijumpai di RS Bhayangkara, Hery mengatakan, “Peristiwa kebiadaban ini apa yang kami lihat pakai mata kepala sendiri sebgai wakil rakyat ini sangat memukul dan memberikan kami motivasi untuk segera bisa menyelesaikan Revisi Undang-Undang Terorisme ini”.

Selain ini Hery juga nenjanjikan akan menambahkan dasilitas kepada pihak kepolisian mengenai penanganan pelaku terorisme. Fasilitas tersebut diantaranya dengan menyetujuinya penambahan teknologi dan tempat lapas maximum security untuk para napi terorisme serta sarana dan prasarana untuk polri dalam memberantas masalah terorisme.

Dengan demikian diharapkan untuk semua warga untuk bisa lebih waspada dan untuk para korban semoga amal dan ibadahnya bisa diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa serta untuk para keluarga korban yang ditinggalkan bisa diberikan kesabaran dan ketabahan. Untuk para pelaku pengeboman semoga dihukum dan diadili secara hukum dan setimpal.

Kekhawatiran Jokowi Terhadap Pelaku Pengeboman di Surabaya Yang Melibatkan Anak Kecil

Presiden Indonesia, Joko Widod (Jokowi) merasa khawatir dengan pelaku pengeboman yang terjadi di 3 Gereja di Surabaya yang melibatkan anak kecil. Dirinya sempat menuju tempat pengeboman dan melihat langsung lokasi pengeboman yang dianggap tidak memilik rasa keperimanusiaan.

Senin, 14 Mei 2018, di Gedung Sekar Wijayakusuma Cipayung, Jakarta Timut dan dihadapan semua Kader PKPI, Jokowi mengatakan, “Saya kadang-kadang tidak habis pikir. Kemarin melihat langsung pelaku bom yang ada ditiga lokasi yang ada di Surabaya”.

Jokowi dengan nada yang lirih mencertikan bahwa saat kejadian tersebut ada dua anak kecil berumur 12 tahun dan 9 tahun dikenakan sabuk bom. Kemudian diantar dan diturunkan oleh ayahnya setelah itu anak tersebut digandeng oleh ibunya menuju lokasi. Ditempat kejadian berbeda, dua anak lekaki dari pelaku pengeboman yang berumur 12 tahun dan 18 tahun membawa sepeda motor dan membawa bom menuju gereja lain dan meledakannya.

Dari kejadian tersebut, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk secara bersama-sama menyadarkan aksi radikalisme dan terorisme. Aksi tersebut merupakan musuh bagi kita dan Jokowi juga mengingatkan untuk bisa menjaga diri masing-masing agar tidak mudah terpengaruh oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Jokowi juga meminta kita berdoa bersama untuk para korban bom bunuh diri di Surabaya agar bisa berlapang dada menerima musibah ini dan untuk keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kesabaran dan ketabahan serta semoga para korban dari aksi bom bunuh diri ini bisa diterima amal dan perbuatannya oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Moazzam Malik Berduka Atas Kejadian Bom di Surabaya

Moazzam Malik selaku Dubes Inggris untuk Indonesia turut berduka cita atas teror bom yang terjadi di 3 gereja di Surabaya. Dirinya menegaskan bahwa aksi teroris dalam insiden yang terjadi di Surbaya dikutuk oleh semua agama.

Sebelumnya Tito Karnavian selaku Kapolri Jendral mengatakan pelaku pengeboman di 3 gereja di Surabaya terdiri Bapak dan Ibu berserta ke-4 orang anakanya. Sekeluarga memiliki perannya masing-masing saat melakukan aksi pengeboman di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pantekosta dan GKI Deponegoro.

Saat melakukan Konferensi Pers di RS Bhayangkara Surabaya, Tito juga menjelaskan dan menjawab pertanyaan dari manakah kelompok pemgeboman itu berasal. Dirinya menjelaskan bahwa keluarga dari pengeboman tersebut berasal dari kelompok yang tidak jauh dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Anharut Tauhid (JAT).

Dengan insiden tersebut, Moazzam Malik melalui akun sosial media Twitter miliknya sendiri @MoazzamTMalik menyampaikan pernyataan turut berbelasungkawa kepada semua korban dari aksi pengemboman 3 Gereja di Surabaya.

Di postingannya, dirinya menyampaikan Masyarakat harus bersatu melawan terorisme. Dirinya turut berduka cita atas kejadian yang menimpa korban dari insiden yang terjadi di Surabaya. Dirinya menegaskan akan aksi teroris dan mengutuk terorisme dimanapun berada.

Pengeboman ini sangat tidak bisa dibenarkan dan semua agama melarang dan mengutuknya. Moazzam berdoaa semoga korban diberikan kesabaran dan ketabahan yang besar. Di akhir postingannya, dia juga menuliskan tagar dengan isi “#BersatuLawanTerorisme #KamiTidakTakutTeroris”.

Kesedihan Risma Atas Insiden Bom di Surabaya

Tri Rismaharani yang juga Wali Kota Surabaya  sangat terpukul sekaligus merasa sedih dengan insiden bom yang terjadi di Surabaya. Dari kejadian pengeboman di 3 gereja ini memakan banyak korban. Dirinya tidak menyangka akan terjadi pengeboman yang memakan 13 korban dari insiden ini.

Saat dijumpai dirumah pelaku pengeboman, Minggu, 13 Mei 2018, Risma mengatakan, “Tentunya sedih, tidak mengira kita”. Selama ini pihaknya selalu berusaha untuk bisa memberikan yang terbaik untuk warga. Dirinya menjelaskan hal-hal yang sudah dilakukan untuk warganya bersama dengan jajaran sampai ketingkat kelurahan.

Dari  kejadian tersebut, Risma menekankan untuk pelaku bom tersebut diadili sesuai dengan yang sudah dilakukannya. Dirinya beranggapan bahwa yang dilakukan oleh pelaku pengeboman sudah menyalahi ajara islam dan ayat didalam Al-Quran.

Dengan nada yang emosi, Risma berkata “Coba dibaca didalam Al-Quran seperti itu, kita masuk ditanah suci, jangankan membunuh orang, membunuh binatang, pohon itu tidak dibolehkan. Itu sudah diatur dalam agama. Sekarang malah kita tega. Apa kita yang ciptakan agama kita, Tuhan yang menciptakan semuanya”

Risma menambahkan, “Coba kita bayangkan orang itu adalah kepala keluarga, tidak bisa menghidupi anak cucunya lagi, apa tidak berdosa? Kemudian dengan kejadian tersebut anak-anak itu terlantar, sekolahnya gagal kemudian menjadi jahat. Dengan kejadian sipelaku merasa dirinya sudah merasa benar. Kebenaran itu hanya milik Tuhan. Kita manusia tempatnya salah. Kita beranggapan kalau diri kita benar? Tidak benar, kamu salah.”

Saya sangat sedih, saya sudah berikan semuanya sampai tangan saya mau patah. Lalu ada orang melukai orang lain. Padahal aku inginnya orang Surabaya tidak merasa kelaparan, tidak kebanjiran, tidak ada macet, tetapi orang lain melukai dengan merasa diri mereka benar. Aku sudah melakukan segitu banyak tetapi saya merasa tidak paling benar,” tutup Risma.

Idrus Marham: Tidak Usah Diragukan Lagi Kemampuan Jokowi Memilih Cawapres

Idrus Marham selaku Politisi Senior dari Parpol Golkar mengatakan, Presiden Jokowi sebagai Capres di Pilpres 2019 tidak usah diragukan lagi keahliannya untuk memilih Cawapres.

Sabtu, 12 Mei 2018 saat ditemui di Balai Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kab. Sleman, Idrus mengatakan, “Presiden Jokowi sudah Petahana (incumbent) artinya tidak perlu belajar lagi. Beliau dipastikan sudah memahami bagaimana calon wakilnya nanti.

Idrus yakin Presiden Jokowi sudah sangat memahami yang dibutuhkan dalam memilih pendampingnya diantaranya harus ada Elektabilitas, Jiwa Kepemimpinan dan batin yang mampu menyatu atau dengan kata lain sehati. Dengan kriteria tersebut diharapkan bisa menjadikan serta memastikan kedepannya untuk bisa kabinet-kabinet didalamnya bisa terjamin.

Dikabarkan ada beberapa nama dari Parpol Golkar yang akan menjadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019, diantaranya ada Airlangga Hartarto dan Wapres saat ini yaitu Jusuf Kalla.  Sebagai salah satu partai pengusung pendukung Jokowi, Idrus mengakui bahwa Golkar ingin supaya kadernya bisa terpilih menjadi Cawapres.

Idurs juga menyadari hal ini adalah hak seutuhnya dari Jokowi untuk memilih calon wakilnya nanti. Setiap partai politik memiliki kepentingan dan juga keinginan agar ketua umumnya bisa terpilih menjadi Cawapres tetapi itu semua kembali ke keputusan yang akan diambil Presidennya sendiri.

Idrus berpendapat, sampai saat ini sudah ada 8 partai politik yang mendukung untuk bisa menjadi Cawapres dari Presiden Jokowi.

AS Siap Membantu Korut Jika Menyerahkan Senjata Nuklirnya

Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri mengatakan adanya masa depan untuk kemakmuran dan perdamaian untuk rakyat Korea. Amerika akan membantu membangun kembali perekonomian negara  Korea Utara asalkan mau menyerahkan senjata nuklirnya.

Kepada wartawan, Mike mengatakan, “AS akan siap untuk bekerja sama dengan Korea Utara untuk mencapai kesejahteraan yang seimbang dengan Korea Selatan kami”.

Mike yang baru saja kembali dari Korea mengatakan dia telah berunding dengan baik kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Sebelumnya kedua peminpin ini saling bertukar ancaman dan membuat pemgumuman itu setelah pertemuan penting antara Korea Utara dan Korea Selatan pada bulan April lalu,

Setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha di Washington DC, Mike mengatakan, “Jika Kim memilih jalan benar, maka akan ada masa depan yang damai dan makmur untuk rakyat Korea Utara.”

Mike juga mendesak Korea untuk mengambil tindakan cepat dan berani dengan menyerahkan senjata nuklirnya dengan cepat. Selama kunjungannya ke Korea Utara, tiga tahanan AS berhasil dibebaskan.

Mari kita lihat perbandingan ekonomi dari Korea Utara dan Korea Selatan

Kehidupan dari kedua negara tersebut sangatlah jauh beda. Berakhirnya perang Korea pada tahun 1953, Korea Selatan menjadi sebuah negara Asia yang makmur. Dorongan industri dibantu oleh pemerintahan pada tahun 1960-an dengan menciptakan perusahaan-perusahaan besar seperti Hyundai dan Samsung.

Populasi pada Korea Selatan sebesar 51.2 juta dan Korea Utara sebesar 25.4. Untuk PDB, Kosrsel mencapai $1.4 triliun dan Korut kurang dari $20 Miliar. Dengan demikian bisa kita lihat jika Korea Selatan adalah salah satu dari 20 perekonomian teratas dunia dengan PDB sebesar $.4 Triliun sedangkan Korea Utara kurang dari $20 Miliar, yang menempatkannya berada diluar 100 ekonomi teratas.

Indonesia Menjadi Perhatian Dan Model Untuk Perdamaian di Afghanistan

Keragaman indonesia saat ini menjadi pusat perhatian dari berbagai negara, salah satunya adalah Afghanistan. Negara tersebut ingin menjadikan Indonesia menjadi model dalam perdamaian di negaranya.

Presiden Jokowi saat menghadiri peringatan hari lahir Al-Khairiyah ke-93 di Cilegon, Banten, dirinya menyatakan bahwa Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani memiliki permintaan yaitu, Negaranya ingin menjadikan Indonesia sebagai model dan memberikan kontribusi untuk bisa tercipatanya perdamaian di Afghanistan yang saat ini sedang mengalami konflik dan sudah berlangsung sejak lama.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Ghani saat dirinya bertemu dengan Presiden Jokowi satu setengah tahun lalu.

Jumat, 11 Mei 2018, Presiden Jokowi saat berada di Pondok Pesantren Al-Khairiyah mengatakan, “Beliau meminta bantuan kita untuk perdamaian di Afghanistan. Disana terdapat 7suku, hanya ada 7 sedangkan kita memiliki kurang lebih 714 suku. Perang 40 tahun lamanya tidak rampung-rampung. Permintaan Doktor Ashraf Ghani itu, bismilah akan saya sanggupi.”

Pagi tadi di Istana Kepresidenan Bogot, Jokowi baru saja membukan pertemuan dari para ulama yang terdiri dari tiga negara (Afghanistan – Indonesia – Pakistan). Pertemuan ini adalah untuk tindak lanjut dari proses panjang yang melibatkan semua pemangku dari kepentingan terkait upaya sebuah perdamaian di Afghanistan.

Melalui pengalaman Presiden Jokowi sebagai Kontributor perdamaian, Indonesia sesungguhnya diingatkan bahwa persatuan dan juga persaudaraan sangat penting untuk sebuah bangsa dan sangat mahal harganya.

Dalam acara tersebut tampak Lukam Saifuddin selaku Menteri Agama, Pratikno selaku Menteri Sekretaris Negara, KH Ma’ruf Amin selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia berserta Gubenur Bante Wahidin Halim dan Ketua Umum PB AL Khairiyah Ali Mujahidin mendampingi Presiden Jokowi