Pemakaian Doping Bisa Saja Terjadi di Asian Games 2018 Cabang E-sports

Pemakaian Doping Bisa Saja Terjadi di Asian Games 2018 Cabang E-sports

serigalapoker.com – Bagi sebagian publik indonesia ada yang masih menggugat atau belum mengesahkan E-sports sebagai suatu cabang di Asian Games 2018. Gamer tersebut dianggap belum cocok dipandang sebagai atlet. Hal tersebut dikarenakan tentang penggunaan doping yang menghantui Cabang olahraga tersebut.

Ada beberapa Gamer profesional dari cabang tersebut mengaku mengkonsumsi Adderall sebagai Doping sejak tahun 2015. Salah satunya adalah yang bernama Kory Friesen. Yang adalah seorang gamer profesional di cabang game Counter-strike Global Offensive, dan kemudian dilarang berkompetisi setelah kejuaraan ESL One di Polandia pada tahun itu berakhir.

Adderall adalah obat yang berbasis amphetamine yang bisa menjadi stimulator kognitif. Yang dimana pemakainya bisa menjadi lebih waspada, fokus, dan lebih berkonsentrasi.

Berkat pengakuannya, The Electronic Sports League(ESL) di Eropa menerapkan program anti doping komprehensif yang berguna untuk dapat menjaring para atlet yang curang dengan menggunakan doping sebagai peningkat performa.

ESL kini telah memiliki berbagai aturan yang disusun bersama World Anti-Doping Agency(WADA). Untuk dapat mengantisipasi hal ini agar tidak dapat terulang kembali.

Di sisi lainnya, Asosiasi E-sport yang terdapat di indonesia sudah mendaftarkan satu pelatih dan 16 atlet ke INASGOC. Mereka menyatakan sudah paham dengan rencana dan peraturan tersebut.

Mereka mengatakan, “kami akan sangat berhati-hati supaya Asian Games 2018 bisa lancar, dengan mengirimkan sampel-sampel tes untuk dapat di uji di laboratorium khusus”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *