Presiden Jokowi Masih Mengungguli Prabowo dan AHY dalam Survei RTK

RTK (Roda Tiga Konsultan) mengeluarkan survei calon presiden dan calon wakil presiden paling kuat pada pemilihan Presiden 2019. Rikola Fedri, Direktur Riset dan data RTK, menyatakan nama Joko Widodo masih memimpin dan mengungguli Prabowo dan juga AHY jika Pemilihan Presiden dilaksanakan hari ini.

Kamis, 10 Mei 2018 dijumpai di Cafe Mandailing dikawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rikola mengatakan, “Secara top of mind, semua responden spontan akan lebih memilih Jokowi dengan persentase 38.2% dan Prabowo Subianto 20.5% dan Agus Harimurti Yudhoyono hanya bertahan di 2.7%.

Rikola juga menjelaskan alasan Responden lebih memilih Jokowi. Alasannya karena perhatiannya dan berkepihakannya seorang Jokowi kepada rakyat kemudian untuk Prabowo karena memilik pribadi yang tegas, mengingat latar belakangnya adalah seorang TNI. Selanjutnya pada pertanyaan tertutup dengan pemilihan 19 nama, Jokowi masih juga memimpin dan unggul. Dirinya juga mengatakan sebagai incumbent, tingkat responden memilih Jokowi masih berada dibawah 50%.

Rikola menambahkan. untuk Cawapres yang akan dipasangkan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti, para responden lebih memilih  Jusuf Kalla dengan persentase 14.8% dibandingkan AHY yang hanya memiliki persentase 10%, tapi pada pemilihan tertutup AHY mendapatkan respon tertinggi dari para responden yaitu dengan persentase 18.7% dan untuk Gatot Nurmantyo 13.5% serta untuk Sri Mulyani hanya 9%.

Sedangkan untuk Cawapres dari Prabowo, nama Gatot Nurmantyo mendapatkan persentase tertinggi yaitu 22.9%, AGY 13.6% dan untuk Anies Baswedan hanya mendapatkan 9% saja.

Muncul Nama-Nama Baru di Pilpres 2019

Aditya Perdana, Direktur Pusat Kajian Politik dari Universitas Indonesia angkat bicara mengenai pemilihan presiden 2019. Dirinya beranggapan, dalam bursa pemilihan presiden 2019 kali ini muncul nama-nama baru yang akan memiliki peluang mencalonkan diri untuk memimpin negera Indonesia selama lima tahun kedepannya. Dia juga menghargai upaya yang dilakukan oleh parpol yang memunculkan nama-nama baru dipemilihan nantinya.

Pemilihan kali ini akan menjadi berbeda dengan pemilu 2014 lalu karena dimana nama-nama yang menjadi capres dan wacapres masih dari politisi senior seperti Prabowo Subianto (ketua Parttai Gerindra), Megawati Soekarnoputri (ketua Partai PDIP) dan Hatta Rajasa yang menjadi Politikus Senior.

Aditya juga menyebutkan nama-nama baru capres dan cawapres, salah satunya ada Anies Baswedan dan TGH Muhammad Zainul Majdi atau biasa dikenal dengan TGB (Tuan Guru Bajang) yang menjabat sebagai Gubenur Nusa Tenggara Barat untuk saat ini .

Selain itu terdapat nama Agus Harimurti Yudhoyono dan Muhaimin Iskandar. Dirinya mengatakan bahwa Pemilu 2019 kali ini akan menjadi sebuah pesta politik yang sangat unik dan akan serentak dilaksanakan ditahun 2019 serta akan memberikan sebuah efek yang signifikan kepada setiap partai.

Dengan melihat nama-nama baru yang muncul dipemilu 2019 kali ini, Aditya mengapresiasikan parpol yang ingin mengembangkan kemajuan dari demokrasi partai politiknya untuk kedepannya. Hal tersebut menandakan bahwa negara Indonesia tidak akan pernah kehabisan stok untuk menjadi seorang Pemimpin.

Naik Taksi online Takut dirampok atau diperkosa , Tenang tinggal Klik Fitur ini.

Maraknya terjadi Kasus perampokan yang dialami oleh korban Taksi online berbasis aplikasi tentu sangat merugikan Pihak Grab . Mengapa demikian, Karena Perusahaan yang paling banyak diminati oleh Kalangan masyarakat terkhusus INDONESIA ini malah Pengemudinya bertindak melenceng yang membuat nama baik perusahaan menjadi tercoreng.

Mendalami hal tersebut perusahaan Grab INDONESIA mengaku akan memberikan dan meningkatkan Keamanan dan kenyamanan penumpangnya. Fitur ‘Kontak Darurat’ Merupakan Fitur Zaman now yang telah tersedia di aplikasi Grab.

“Kami sangat Responsif dengan Teknologi , Jadi silahkan cek di aplikasi GRAB untuk fitur yang kita sebut ‘KONTAK DARURAT’.” Jelas Manajer Direktur Perusahaan Grab INDONESIA, Ridzki Kramadibrata

Kendati Demikian , Fitur ini belum sepenuhnya Berjalan , masih ada uji Kelaikan dan belum tersambung ke kepolisian. Secara Pasif teknologi memungkinkan untuk menghubungi langsung, Namun perlu untuk kordinasi dengan pihak yang menerima telepon serta kesanggupan Server dalam menerima panggilan.

“Kita sudah mencoba prosesnya dimulai dari konfirmasi kepada pihak Kepolisian, karena kita tidak tahu kedepannya akan sebanyak apa laporan yang masuk.” tambahnya

Menurutnya ini merupakan terobosan awal Era digital yang memang sudah sepantasnya masyarakat luas bisa dapat berpartisipasi dalam mengembangkannya. Setelah itu dia menjelaskan bahwa pelanggan grab nanti nya hanya perlu memasukkan tiga nomor orang yang benar benar terdekat.

Jika terjadi suatu hal darurat , pelanggan tinggal menekan fitur tersebut dan secara otomatis nomor ponsel yang didaftarkan akan menerima pesan singkat tentang situasi darurat serta lokasi si pelanggan tersebut.

TKW asal Banjar Kalimantan Lupa dengan Bahasa INDONESIA

Bukan sekali dua kali kejadian ini menimpa Tenaga kerja asal INDONESIA yang merantau ke luar negeri dalam jangka waktu yang lama akan melupakan Bahasa Tanah airnya sendiri.

Maimunah , wanita Berusia 39 tahun ini telah bekerja di Arab Saudi Selama 22 Tahun ini tak pernah sekalipun pulang ke Tanah air. Ditemui di KBRI Riyadh pada kamis (3/5) lalu, Maimunah tampak kaku ketika berbicara dengan bahasa Indonesia, ia hanya bisa berbicara dengan bahasa arab.

Pada awalnya , Maimunah Sempat berkirim surat kepada keluarga di Banjar ketika awal merantu Tepatnya pada tahun 1996. Namun , Komunikasi lewat surat tersebut kian menurun di awal tahun 2000’an karena pihak keluarga tak pernah membalas Surat Maimunah.

Dia Sendiri juga Mengaku tak begitu suka bergaul secara umum. Suatu hari ia diajak majikan untuk keluar rumah ke ruang publik, Maimunah juga tidak begitu suka untuk bersanda gurau dengan WNI yang lainnya. Pengaruh ini pula yang mengakibatkan Maimunah bisa melupakan Bahasa INDONESIA.

Ketika ditanya oleh petugas KBRI akan kerinduannya ke Tanah Air, Maimunah dinilai tidak Begitu merindu, Namun menurut Pengakuannya sendiri Bila orang tua ingin bertemu dengannya , ia siap untuk minta cuti kepada Majikan untuk pulang ke INDONESIA.

Tepat di tanggal 21 Januari 2018, Maimunah datang ke KBRI guna memperpanjang Paspor. Saat ditanya mengenai Gaji , Maimunah tak berkenan, Dia memastikan Semua kebutuhannya terpenuhi.

Mendengar pengakuan Maimunah tersebut Petugas KBRI juga tidak langsung memproses perpanjangan paspor tersebut.

“Kami akan memproses perpanjangan Paspornya apabila Seluruh gaji nya telah benar benar sudah diterima dan atas Izin keluarga.” Tegas Petugas KBRI.

Menanggapi Hal Tersebut , Ibrahim Mahmoud Beserta istri segera membuat pernyataan Tertulis atas kesanggupan untuk membayar seluruh Gaji Maimunah selama bekerja.

Senin (7/5) , Dina Bersama Kedua saudaranya datang Ke KBRI membawa sisa Gaji Maimunah. Selain Gaji , Dina juga membawa Booking Ticket rute Riyadh – Jakarta untuk periode terbang Juli 2018. Tidak sampai disitu , Ketiganya akan turut mendampingi Maimunah untuk pulang ke kampung halamannya.