Golput Mengancam Dalam Pilpres 2019

Golput Mengancam Dalam Pilpres 2019

Silang pendapat antara golongan putih atau biasa disebut golput kembali terbayang saat menjelang Pilpres 2019. Kekhawatiran dari banyaknya golput atau tidak berpatisipasi dalam pemilihan pesta demokrasi lima tahunan ini masih saja tetap tinggi.

Dikhawatirkan juga, tingginya angka golput akan merugikan dari kedua pasangan Capres dan Cawapres yakni, Joko widodo – Ma’aruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga uno. Apalagi angka golput ini terus meningkat sejak pemilihan pilpres di tahun 2004.

Dari berbagai pihak pun sudah mengeluarkan sebuah pernyataan-pernyataan agar dapat menekan angka golput. Mereka mulai dari membuat imbauan untuk memilih pemimpin yang berkewajiban dalam agama hingga ancaman hukuman pidana bagi setiap orang yang mengajak untuk golput.

Lalu berapa sih persentase kenaikan angka golput dari setiap pemilihan Pilpres?

Dari pemilihan Capres dan Cawapres sebelumnya, para pemilih yang lebih memilih golput tercatat dari tahun 2004.

Pada Pilpres tahun 2004 di putaran pertama tercatat, sebanyak 153.320.544 pada pemilih yang memilih golput. Angka tersebut terhitung persen sebanyak 20,24 persen yang golput.

Lalu pada Pilpres tahun 2004 di putaran kedua tercatat, sebanyak 150.644.184 pada pemilih yang lebih memilih golput, atau sebanyak 22,46 persen.

Lalu pada tahun 2009 sebanyak 176.411.434 atau sebanyak 27,91 persen dan di tahun 2014 sebanyak 190.307.134 atau sebanyak 30% dari pemilih yang memilih golput.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*