Perdebatan Gaji Dalam BPIP

Gaji pejabat dalam BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) kini sedang menjadi perdebatan. Salah satunya Gaji dari Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah yang dikabarkan mencapai Rp.112 Juta. Gaji yang diterimanya dianggap sudah terlalu boros. Hal tersebut pun menjadi perdebatan oleh pemerintah.

Gaji yang di Peroleh oleh Megawati memang sudah berdasarkan daftar hak keuangan yang sudah tertera pada Lampiran Perpres No. 42 Tahun 2018 yaitu mengenai Hak Keuangan dan Fasilitas untuk para pemimpin, Pegawai dan Pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Gaji tersebut juga dianggap lebih besar dari gaji yang diterima oleh para pejabat dinegara lain seperti Presiden dan Wakilnya serta menteri dari Kabinet Kerja Jokowi. Gaji yang diterima Jokowi adalah sebesar Rp. 62.740.030 yang berasal dari Gaji Pokok dan Tunjangan Jabatan yaitu Rp. 30.240.000 dan Rp. 32.500.00.

Mengenai Gaji yang di terima Oleh Megawati, Amien Rais berpendapat bahwa gaji tersebut sudah terlalu besar.

Dijumpai di Aula Sarbini, Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, hari Selasa, 29 Mei 2018, Amin Rais mengatakan, “Orang-orang yang sudah senior dan menjadi anggota BPIP kemudian hanya ongkang-ongkang, hanya dimintai pendapat malah mendapatkan gaji Rp. 100 Juta lebih”.

Mengenai hal tersebut, Pemerintah akhirnya angkat bicara dan menjelaskan soal perincian gaji yang diterima oleh para pejabat di BPIB. Menurut perhitungan Wapres RI, Jusuf Kalla, gaji para pejabat di BPIP tidak jauh beda dengan gaji para menteri.

Berdasarkan Perpres No. 24 Tahun 2018, Hak keuangan dari ketua Dewan Pengarah adalah Rp. 112.548.000 sedangkan untuk masing-masing anggota Rp. 100.811.000 dan untuk Kepala Pelaksana BPIP hanya Rp. 76.500.000. Hal ini jelas tertulis dalam Lampiran Perpres tersebut.

Selanjutnya pada pasal 1 Perpres tertulis bahwa pejabat BPIP diberi hak keuangan dan fasilitas disetiap bulannya tapi pada lampiran tidak tertulis berapa hak keuangan dan juga fasilitas diberikan setiap bulannya. Menurut Jk, gaji para pejabat BPIP hanya Rp. 5 Juta. Hal ini sebelumnya sudah disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Kisah Artidjo Alkostar Yang Tidak Menikmat Gaji 9 Bulan Berturut – Turut

Artidjo Alkostar merupakan salah satu ahli hukum di Indonesia. Dia juga merupakan hakim agung yang mendapat banyak sorotan terhadap keputusan dan pernyataannya yang berbeda dalam kasus-kasus besar.

Namun ketukan palu dari seorang Artidjo Alkostar yang sudah mengemban tugasnya selama kuramng lebih 18 tahun dan membuat para koruptor merasa merinding dan ketakutan tersebut harus terhenti dikarenakan dirinya harus pensiun pada 22 Mei lalu.

Dibalik kesederhanaannya, Artidjo Alkostar pernah tidak menerima gaji selama 9 bulan berturut-turut. Hal ini diceritakan dalam buku “Alkostar” yang merupakan sebuah biografi yang diterbit oleh Kompas Media Nusantara. Berikut kisah dirinya yang tidak pernah menikmati gaji selama 9 bulan berturut-turut:

Pada September 2000, Artidjo dilantik menjadi Hakim Agung. Setelah itu dirinya harus terbang ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikannya di Northwestern University selama 9 bulan. Setelah selesai menyelesaikan Short Coursernya, dia balik ke Tanah Air. Sepulangnya ke tanah air dirinya pun mendapatkan gaji yang selama 9 bulan tidak pernah dia terima.

Namun tanpa pikir panjang, Artidjo pun menolak uang itu karena dirinya merasa uang tersebut bukanlah haknya. Dirinya merasa sama sekali tidak bekerja sehingga tidak berhak untuk mendapat gaji. Hal tersebut dia tulis dibukunya dihalaman 86.

Dengan tindakan yang dilakukan oleh Artidjo dikhawatirkan akan memberikan dampat pada Hakim Agung lain, akhirnya gaji 9 bulan tersebut pun dia terima tapi tidak digunakannya melainkan disumbangkan untuk pembangunan mesjid Makamah Agung (MA).

Tapi Gaji tersebut tidak sepenuhnya disumbangkan untuk pembangunan mesjid di Makamah Agung (MA) karena jika disumbangkan semua gajinya untuk pembangunan mesjid maka akan muncul masalah karena pembangunan mesjid Makamah Agung tersebut tidak hanya berasal dari Artidjo melainkan ada sumbangan dari Hakim seluruh Indonesia juga.

Ketua Bagir Manan pun menasihati Artidjo untuk tidak menyumbangkan semua gajinya tersebut dan Artidjo pun menyetujuinya, sebagian dari 9 bulan gajinya dibagikan kepada Mesjid yang ada dikampung halamannya di Situbondo dan Madura.

Airlangga Hartarto: Gaji Menteri Kalah Dengan Gaji Bos BUMN

Airlangga Hartarto selalu Menteri Perindustrian mengatakan bahwa untuk saat ini gaji yang diterima Menteri masih kalah jika dibandingkan gaji dari Bos Dirut BUMN. Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama dengan ketua DPR yang juga dihadiri oleh presiden Jokowi di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Senin, 25 Mei 2018.

Hal ini diungkapkan Airlangga setelah menanggapi kabar mengenai Gaji Megawati Soekarno Putri yang menjabat sebagai ketua dari Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang saat itu menjadi sorotan karena jumlah gaji yang besar. Dirinya juga beranggapan bahwa hal ini sudah sesuai dengan anggaran dan pertimbangan dari pemerintah.

“Apa yang sudah diputuskan dalam ekskutif, pasti sudah sesuai dengan standart yang sudah berlaku. Apa yang sampaikan oleh kementerian Keuangann sudah sesuai dengan penganggaran, dengan demikian apa yang sudah dianggarkan dipastikan akan berproses dan apa yang sudah dianggarkan, renumerasinya sudah pasti seperti apa yang ada”, ungkap Airlangga.

Berdasarkan yang sudah diketahui bahwa Gaji seorang yang menjabat dalam Dewan BPIP sudah sesuai dengan lampiran Perpres No. 42 Tahun 2018 dimana dalam Perpres itu membahas tentang hak keuangan dan Fasilitas yang didapat oleh Pemimpin, dan Pejabat serta Pegawai dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Berikut perkiraan hak keuangan yang diperoleh oleh ketua Dewan sampai staff / karyawan dari Badan Pengawasan BPIP:

  • Ketua Dewan Pengarah Badan Pengawasan BPIP memperoleh hak keuangan sebesar Rp. 112.548.000
  • Anggota Dewan Pengarah Badan Pengawasan BPIP memperoleh hak keuangan sebesar Rp. 100.811.000
  • Kepala Badan Pengawasan BPIP memperoleh hak keuangan sebesar Rp. 76.500.000
  • Wakil Kepada Badan Pengawasan BPIP memperoleh hak keuangan sebesar Rp. 63.750.00
  • Deputi Badan Pengawasan BPIP memperoleh hak keuangan sebesar Rp. 51.000.000
  • Staff / Karyawan Khusus Badan Pengawasan BPIP memperoleh hak keungan sebesar Rp. 36.500.000

Mahfud MD Angkat Bicara Soal Gaji 100 Juta di BPIP

Anggota Dewan Pengarah BPIP, Mahfud MD diisukan mendapat gaji sekitar Rp.100 Juta/bln dan hal ini dicatat dalam Perpres No. 42 Tahun 2018. Hal ini membuat Mahfud MD angkat bicara, dirinya mengakui bahwa selama ini tidak pernah membicarakan Gaji dalam menjalankan pekerjaannya.

Melalui akun media sosialnya Mahfud MD @mohmadfudmd, mengatakan “(BPIP-1) banyak pertanyaan masuk keakun saya tentang keluarnya Perpres terkait besarnya ‘gaji’ dari anggota Pengarah dan Pimpinan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Saya belum tau persis mengenai hal ini. Kami sendiri di BPIP sudah setahun dan tidak pernah membicarakan soal Gaji”

Selain itu menurut Mahfud MD, pengarah maupun kepala BPIP belum pernah menerima gaji sebesar itu. Selama dirinya berada di BPIP, dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dan dalam postingan diakun sosial media Twitter milik dirinya sendiri, terdapat 10 postingan mengenai BPIP. Berikut akan kami lampirkan beberapa postingan dari Mahfud MD, diantaranya:

“(BPIP-2) UKP Pancasila dibentuk pada 7 Juni 2017 (sudah setahun). Pengarah dan Kepala BPIP belum pernah menerima gaji dan kami tidak pernah menanyakan gaji. Kepres pembentukan UKP Pancasila (Yang kemudian diubah menjadi BPIP) juga tidak menyebutkan besarnya gaji dan kami juga tidak mau mempersoalkannya”.

“(BPIP-3) Dikalangan Pimpinan BPIP sepertinya sudah ada kesepakatan bahwa kami tidak akan pernah meminta gaji dan sampai hari ini pun dewan pengarah tidak sepersen rupiah pun pernah mendapatkan bayaran dari kesibukan di BPIP. Kemana-mana kami pergi tidak ada dibiayai oleh BPIP”.

 

Hidayat Nur Wahid Berpendapat “Terorisme Bertentangan Dengan Nilai Ajaran Islam”

Hidayat Nur Wahid selaku Wakil Ketua MPR berpendapat bahwa aksi terorisme yang sering terjadi khususnya di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai serta ajaran dalam agama islam. Oleh karena itu dirinya mengajaka masyarakat untuk memperdalam kembali ajaran Islam di bulan Ramadhan ini.

Sabtu, 26 Mei 2018 dalam keterangan tertulisnya, Hidayat mengatakan “Terorisme sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam. Saya mengatakan bahwa mereka yang terlibat dalam aksi teror sedang tidak menjalankan danĀ  melaksanakan perintah agama karena itu korbannya selain saudara-saudara kita, islam juga dikaitkan dalam aksi ini.

Kemudian orang orang menjadi salah paham mengenai ajaran agama islam baik itu mengenai takbir ataupun yang lainnya”, tambah Hidayat.

Hal ini diungkapkan Hidayat saat mengadakan kegiatan berbuka puasa bersama dengan para pimpinan DPR, Pimpinan Badan, Lembaga yang tergabung di MPR, dan duta besar serta beberapa organisasi kemasyarakatan dikediamannya di Kemang, Jakarta Selatan.

Hidayat juga mengatakan bahwa ajaran Islam di Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan tradisi yang ada seperti kegiatan buka puasa bersama. Maka dengan menjalankan puasa dibulan Ramadhan ini akan menjadikan islam lebih manusiawi, humanis dan sosiologis yang jauh dari segala tindakan yang berhubungan dengan terorisme.

Oleh karena itu selain menjadi lebih manusiawi, humanis dan sosiologis, Hidayat menuturkan dengan menjalankan puasa di bulan Ramadhan ini seharusnya tidak akan terjadi kesalahpahaman mengenai ajaran agama Islam yang sebelumnya dinilai identik dengan aksi terorisme yang sering terjadi di Indonesia.

Keharmonisan Antar Umat di Bojonegoro

Setiap hari Jumat, Kelenteng Hok Swie Bio di Jl. Jaksa Agung Suprapto selalu menyediakan makanan serta minuman untuk umat islam saat berbuka puasa. Kehermonisan antar umar ini terjadi di Bojonegoro. Menjelang waktu berbuka puasa, terdapat banyak ratusan piring dan gelas berisi makanan dan juga minuman serta buah-buahan diatas meja panjang klenteng.

Deretan kursi yang tertata rapi di depan klenteng Hok Swie Bio ini kemudian di dipenuhi satu demi satu oleh umat muslim. Mereka ini adalah para pengguna jalan yang melewati kelenteng.

Sebelum berbuka puasa, seorang Ustazd memimpimn doa terlebih dahulu setelah suara adzan terdengar, barulah satu persatu mulai berbuka puasa dan diawali dengan meminum air putih dan buah-buahan yang sudah disediakan.

Setelah itu mereka saling mengantri untuk mendapatkan makanan dan minuman halal yang sudah disediakan juga. Salah satu warga bernama Eko mengakui bahwa dirinya sudah seringa mengikuti berbuka puasa diklenteng ini selain masakannya yang lezat, suasana berbuka puasa diklenteng tersebut juga berbeda.

Seseorang pengurus kelenteng Hok Swie Bio, Hariyato mengatakan bahwa kegiatan ini sudah berlangsung selama 10 tahun. Setiap Jumat dibulan Ramadhan, klenteng selalu mengadakan buka puasa bersama, Maksud dari kegiatan ini hanyalah untuk saling berbagi kepada umat beragama dan tidak ada maksud lain. Hal ini merupakan bentuk toleransi kepada sesama umat beragama.

Suasana senang, rukun dan damai sangat terlihat dikegiatan tersebut. Para umat pengurus di Klenteng ini dengan rela dan sabar melayani para muslim dan masyarakat untuk bisa merasakan makanan dan minimuman serta buah-buahan yang sudah disediakan. Setidaknya ada 300-400 piring dan mimuman dalam acara berbuka puasa bersama di Klenteng Hok Swie Bio.

Yasonna Laoly: Penerbitan Perpres RUU Antiterorisme Tidak Perlu Persetujuan DPR

Jumat, 25 Mei 2018 akan disahkannya Rancangan Undang-Undang Antiterorisme. Pemerintahan meminta segera kepada Presiden RI- Joko Widodo untuk menerbitkan perpres Perlibatan TNI dalam RUU Antiterorisme. Dan Yasonna Laoly selaku Menkum HAM menyatakan bahwa Perpres yang diterbitkan Jokowi tidak perlu adanya persetujuan dari DPR.

Dijumpai di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Yasonna mengatakan, “Kan pembuatan itu kan harus presiden dan presiden memiliki hak sendiri dan tidak perlu ada persetujuan DPR”.

Andai saja ada diadakannya Konsultasi dengan DPR, hasil dari keputusan rapat tersebut hasilnya tidaklah mengikat karena perpres sendri merupakan keputusan penuh yang dipegang oleh Presiden.

Yasonna juga menuturkan, “Bahwa nanti kita hanya akan membicarakan yang formal saja dan informal juga boleh saja, karena ini semua termasuk perpres ini merupakan keputusan Presiden”.

Pemerintahan dan DPR untuk malam ini akan menyepakati revisi atas Undang-undang no. 15 tahun 2003, mengenai Pemberantasan tindak Pidana yang di lakukan oleh Terorisme. Rancangan Undang-undang Antiterorisme sendiri akan disahkan melalui Paripurna DPR pada jumat, 25 Mei 2018.

Diharapkan dengan adanya perubahan undang-undang yang sudah direvisi akan membuat para teroirsme menjadi jera dengan apa yang telah diperbuatnya. Terorisme merupakan perbuatan yang menggunakan kekerasan dan ancaman yang dapat menimbukkan rasa takut secara berlebih dan memiliki dampak atau efek yang panjang kepada para individu yang menjadi korban dari aksi terorisme.

Jokowi Kembali Diancam Oleh Pria Berbadan Kekar

Presiden RI Joko Widodo kembali diancam oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Penyidik Subdit Cyber Crime dari Polda Metro jaya akhirnya sudah mengantongi bukti identitas ataupun ciri-ciri dari lelaki yang hendak mengancam Jokowi dengan ancaman akan menembak mati dirinya.

Selain sudah mengantongi ciri-ciri pelaku, Polisi juga sudah mengetahui lokasi keberadaan lelaki tersebut yang menebar ancaman kepada Jokowi melalui video yang diupload oleh pelaku sendiri dimedia sosial.

Rabu, 23 Mei 2018, saat dijumpai di Polda Metro, Kombes Adi Deriyen Jayamerta selaku Dirkrimsus Polda Metro mengatakan, “Kami sudah dapat nih ciri-cirinya dan posisinya juga sudah diketahui”

Namun Adi masih merahasiakan nama pelaku yang diduga sudah mengancam Jokowi. Dirinya hanya menyebutkan usia pelaku masih remaja dan saat ini berstatus sebagai pelajar.

Adi sendiri juga masih mau memberitahukan keberadaan pelaku karena untuk saat ini Polisi memang sedang berada dilapangan untuk menciduk pelaku.

Adi juga menambahkan, ada dua tim yang ditugaskan untuk melakukan penangkapan. Tim pertama berjaga-jaga diarea sebuah sekolah sedangkan tim kedua berjaga-jaga di tempat dimana pelaku tinggal.

Adi juga menegaskan bahwa sang pelaku harus segera ditangkap dan dadili secara hukum. Dalam video yang berdurasi 19 detik itu pria berkaca mata sambil menunjuk foto Jokowi mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Pria tersebut juga menantang Jokowi untuk bisa bertemu.

Kerinduan BJ Habibie Terhadap Sang Istri Tercinta

Mantan Presiden RI ke-3, NJ Habibie masih sangat merindukan sosok sang istri tercinta, Hasri Ainun Besari. Setelah delapan tahun Ainun meninggal dunia, Habibie mengakui bahwa dirinya masih sangat merasa kehilangan dan sangat merindukan Ainun.

Setiap malam sebelum tidur, Habibie selalu mengenang Ainun. Sampai-sampai Jilbab yang Ainun pakai dalam kehidupan sehari-hari dan jilbab yang terakhir dipakai ainun yang dipakai untuk menutup jenazahnya diletakannya dibawah bantal tidur.

Hal ini diakui Habibie kepada wartawan dikediamannya di Jl Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Selasa, 22 Mei 2018 mengenai kain berwarna putih gading yang dililitkannya di Leher.

“Ini (jilban Ainun). Ini tiap malam dibawah bantal saya, saya bungkus dan ini Jilbab penghabisan dia pakai dan waktu dia sebagai jenazah ditranspor ini penutup wajahnya dan saya pakai”

Selain itu Habibie juga menceritakan bahwa hal yang sangat dia rindukan dari sosok Ainun adalah saat Ainun sedang marah-marah. Dia mengibaratkan kehilangan sosok Ainun sama dengan kehilangan Laptop yang tidak ada baterainya.

“Semua (hal yang dirindukan). Kalau marah-marah kepada saya, tapi saya enggak pernah berantam sih. Saya mencoba berusaha menjadi orang baik. Jadi ini ya saya sederhanakan saja. Anda punya Laptop, kalau enggak ada energi, nggak bisa buat apa apa. Ada loptop. ada energi, tapi tidak ada software juga tidak bisa apa-apa”

Habibie juga mengakui bahwa dirinya juga berdoa setiap untuk Ainun setiap malam untuk mengobati kerinduannya. Dirinya sangat rindu dengan Ainun setiap detik.

“Saya berdoa. Saya baca Yasin setiap malam untuk dua orang. Dua orang untuk ibu Ainun dan Ibu yang melahirkan saya”, tutupnya

Tergantinya Kejayaan Gaun Pengantin Kate Middleton Oleh Gaun Pengantin Meghan Markle

Dalam kehidupan Kerajaan, mau tidak mau harus bersiap untuk dibandingkan dengan generasi sebelumnya termasuk Meghan Markle yang suka tak suka akan selalu dibandingkan dengan kakak iparnya, Kate Middleton. Sebaliknya Kate Middleton, istri Pangeran William juga harus menerima jika publik mengkompar atau membandingkannya dengan Meghan Markle, istri Pangeran Harry.

Yang akan menjadi perbandingan antara Kate Middleton dengan Meghan Markle diantaranya Gaun Pengantin yang dipakai oleh Meghan Markle saat upacara pemberkatan di Kapel St. Georges, Kastil Windsor, Sabtu, 19 Mei 2018. Gaun tersebut berhasil menghapus kejayaan dari Kate Middleton saat melangsungkan pernikahan dengan Pangeran William tahun 2011.

Para pakar pengantin yang dilansir oleh Who Want Wear, Minggu, 20 Mei 2018 sudah memprediksi bahwa Meghan Markle akan memiliki sebuah pengaruh besar dalam busana pengantin untuk beberapa tahun kedepan. Terutama untuk busana dengan model yang didominasi dengan renda yang telah dikuasi oleh pasar setelah Kate Middleton memakai gaun pernikahan dari perancang Alexander McQueen.

Walaupun gaun minimalis dan elegan terlihat sederhana, pembuatan gaun tersebut bisa dibilang sangat sulit jika dibandingkan dengan pembuatan gaun berenda karena gaun dengan model clean dan polos harus dijahit tanpa adanya cacat sedikit pun.

Data menyebutkan bahwa ditahun 2017 ini, 45% pengantin wanita asal Inggris lebih memilih memakai gaun dengan model berenda pada gaun pengantinya sedangkan 16% pengantin wanita asal Inggris lebih memilih gaun pengantin berbahan model satin atau sutra dihari pernikahan mereka.