Rokok Ternyata Merugikan Uang Negara Sebesar Rp160 Triliun per Tahunnya

Rokok Ternyata Merugikan Uang Negara Sebesar Rp160 Triliun per Tahunnya

serigalapoker.com – Industri rokok di indonesia memang banyak memberikan pemasukkan uang yang cukup besar untuk negara. Tarif cukai yang tiap tahunnya naik juga menambah pendapatan bagi APBN.

Tapi ternyata, industri rokok juga menggerus uang negara indonesia. Seperti biaya kesehatan dan pengobatan yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk orang yang sakit akibat rokok juga tidak kecill nilainya.

Abdillah Ahsan dari Wakil kepala pusat ekonomi syariah atau FEB UI mengatakan, sesungguhnya kebiasaan merokok orang indonesia tidak sama sekali memberi keuntungan bagi finansial negara. Seperti uang negara yang tergerus tiap tahunnya dalam bentuk BPJS yang disebabkan oleh rokok kira-kira mencapai Rp 160 triliun per tahunnya.

Untuk jumlah anggaran yang harus dikeluarkan ini, menurutnya jauh lebih besar dibanding dengan total pendapatan negara yang didapat dari cukai hasil tembakau.

Didapat dari informasi pada tahun 2017, negara menerima dari bea cukai mencapai Rp 150,80 triliun. Cukai yang dihasilkan oleh tembakau menyumbang porsi terbesar dengan mencapai Rp 145 triliun.

Jadi jika dibayangkan, pendapatan negara yang didapat dari cukai rokok itu berapa? dan Dampak yang harus ditanggung oleh negara itu jauh lebih besar dari pada pendapatan dari cukai tembakau tersebut.

Maka dari itu, cukai rokok apabila dinaikkan dapat menjadi suatu alternatif pendapatan dana BPJS kesehatan. Dan idealnya berperan sebagai suatu instrumen yang melindungi konsumen dari substansi berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *